Latest Post

Jam Pintar Alcatel Sudah Tersedia di Indonesia


Alcatel akhirnya memilih Indonesia sebagai salah satu target penjualan gawai jam pintarnya, OneTouch Watch yang ramai dibicarakan sebagai bintangnya pabrikan asal Prancis yang kini telah dikelola oleh TCL Tiongkok. Pada ajang CES 2015, Las Vegas silam malah menggondol awards “The best stuff”. Wellcomm terpilih sebagai situs on-line pertama yang boleh menjual  jam pintar dengan bentuk penampang bulat ini. Tetapi Wellcomm yang memiliki jaringan se-Indonesia untuk  produk aksesori berjanji akan menjual lewat retail tradisional Agustus depan.

Bedanya dengan wearable device lain yang diproduksi oleh vendor Android, seri ini kompatibel pula untuk iOS. Yaitu iOS 7.0 ke atas, sedangkan Android minimal sudah memakai versi 4.3.



Desain seri ini lebih nge-pop ketimbang produk lain yang terkesan terlalu futuristik. Untuk anak muda atau Anda yang ingin tampil flamboyan. Strap atau sabuk jam tersedia dalam 4 model dan bahan. Ada rantai dan kulit. Pada bagian ujung sabung terdapat port USB. Ini adalah titik isi ulang baterai. Tentu saja bisa Anda tancapkan langsung ke USB komputer atau ke kabel konverter USB.

Dengan berat hanya 60 gram, jam ini sedikit lebih ringan ketimbang Samsung Gear S terbaru. Di bagian punggung core unit yang berdiameter 1,22 inci ini terdapat sensor denyut jantung (heart rate sensor). Alcatel sangat perlu memperoleh sertifikasi IP67 (waterproof dan dust) sehingga gawai  dengan layar jenis IPS yang beresolusi 240 x 240 pixel ini tetap tak rusak ketika diajak berenang atau bermain arung jeram.  Tebal core unit dibuat hingga hanya 10,5 mm, agak tebal sih, tetapi masih bisa lebih tipis daripada Gear S. Semakin tipis sebenarnya kian bagus, karena akan jauh lebih aman ketika digunakan. Sekadar perbandingan, MiBand yang tak ada layar bisa setebal 9 mm.



Selain sensor denyut jantung, gawai ini dilengkapi juga dengan altimeter, gyrometer, akselerometer, hingga sensor untuk kompas elektronik.  Dengan koneksi nirkabel Bluetooth (v 4.0) sebagai sambungan ke smartphone, Anda bisa mendapatkan berbagai notifikasi di jam ini. Misalnya saja chatting, email, dll. Ikon-ikon sesuai dengan aplikasi akan muncul dengan notifikasinya. Selain itu interaksi dengan ponsel memungkinkan pengguna untuk memfungsikan OneTouch Watch sebagai tombol capture foto secara selfie. Di layar jam akan muncul ikon capture dan silakan sentuh.

Peran lainnya adalah sebagai pengontrol music player. Umpamanya skip, play, back atau fungsi pause. Sehingga ketika sembari bersepeda atau lari, di mana earphone sudah menyumpal lubang telinga untuk menyemburkan lagu-lagu di ponsel, Anda tak perlu ambil dan simpan ponsel. Atur saja lagu lewat arloji cerdas ini.
Selain itu interaksi dengan ponsel memungkinkan pengguna untuk memfungsikan OneTouch Watch sebagai tombol capture foto secara selfie. Di layar jam akan muncul ikon capture dan silakan sentuh.




Fungsi kompas (e-compass) sangat penting ketika Anda melakukan kegiatan alam bebas atau sedang jalan-jalan wisata, baik di hutan maupun di dalam kota. Tak usah khawatir tertetes keringat atau tertempel sidik jari, karena permukaan core unit dilapisi oleh oleophobic coating. Kompas tentu memandu arah perjalanan. Tampilan e-compass dipadukan dengan angka ketinggian tempat yang dilaporkan oleh altimeter. Pada fungsi ini, angka-angka jam lalu beranti menjadi angka sudut kompas.
Fungsi terakhir adalah pencatat kesehatan diri pengguna. Yang bisa dilakukan selain mencatat denyut jantung, adalah program exercise yang didasarkan pada umur, jenis kelamin, dan usia. Setelah memasukkan angka ini, secara otomatis software akan mengkalkulasi kegiatan yang harus dilakukan. Berapa langkah jalan kaki, dan seterusnya. Termasuk kebutuhan tidur yang cukup.
Gadget pakai yang dilengkapi baterai berkapasitas 210 mAh ini bisa diperoleh seharga Rp  1,8 jutaan. Lumayan terjangkau.
 

Yuk, Tes Logo Apple!



Riset yang dilakukan oleh para psikolog di UCLA ini barangkali termasuk tak penting. Apa perlunya orang mengetahui logo sebuah produk terkenal? Apa lagi yang dijadikan sebagai subyek proyek adalah logo Apple. Penasaran?
Para psikolog itu menguji sebanyak 85 pelajar. Mereka adalah pengguna produk Apple. Rinciannya, 52 pengguna iPad atau iPhone, 10 orang pemakai komputer Apple (termasuk laptop), dan 23 orang pemilik kedua jenis perangkat (mobile dan komputer). Mereka disuruh menggambar logo Apple yang paling benar. Logikanya, karena mereka umumnya selalu berhubungan dengan produk Apple, mustinya sih akrab dengan logo, hingga sampai detilnya.
Bagaimana hasilnya?
Well, dari 85 orang ternyata hanya satu orang yang paling benar. Sisanya salah semua.
Nah, sejak itulah para psikolog tersebut makin penasaran. Dan, membuka jawaban lain bahwa riset ini menjadi begitu penting untuk menganalisa otak manusia.
“Orang-orang mengalami kesulitan ketika harus menentukan logo yang paling benar,” buka Alan Castel , salah seorang profesor psikologi  yang tergabung dalam tim riset ini. Dulu, tahun 2012, Castel juga menemukan jawaban bahwa banyak orang tidak tahu tempat  alat pemadam kebakaran yang padahal mereka selalu lalui tiap hari.
Jawaban lalu ditemukan, bahwa manusia cenderung tidak ingin menggunakan otaknya untuk hal-hal yang terlalu detil. Sebuah sistem memori tidak perlu menyimpan hal yang sangat rinci seperti logo Apple yang ternyata memiliki beberapa hal detil, alias tidak sekadar buah apel tergigit dengan satu daun di atasnya. Kecuali untuk sekadar membedakan antara produk asli dengan produk palsu.
Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa banyak orang memiliki memori yang buruk terhadap barang-barang yang mereka gunakan setiap hari. Salah satunya adalah keyboard komputer di mana seorang juru ketik andal dan cepat ternyata tak bisa mendeskripsikan sebuah keyboard standar.

Nah, sekarang coba tebak, mana logo Apple yang paling benar dari enam pilihan di bawah ini? Hmm....jangan nyontek ya!


 

10 Cara Selamatkan Baterai Smartphone


Salah satu komponen smartphone yang paling sering diganti adalah baterai. Celakanya, barang satu ini merupakan satu-satunya sumber tenaga perangkat. Ia mengalirkan tenaga untuk menyawai ponsel. Baterai rusak, tak bisa diganti dengan powerbank. Masalahnya lagi, baterai jarang rusak oleh akibat jatuh, seperti halnya layar rusak. Melainkan karena ulah pengguna sendiri.
Ada 10 cara yang bisa Anda lakukan mulai sekarang demi menjaga baterai agar tetap berkualitas dan kinerjanya terjaga.

Matikan mode getar (vibrate)
Mode getar biasanya jadi satu-satunya opsi ringtone ketika Anda berada di area khusus seperti bioskop, ruang rapat, dll. Kalau hanya sekadar dalam tempo tertentu, mungkin tidak masalah sejauh hanya untuk mengurangi ketidaknyamanan pemakaian ringtone suara. Tetapi tidak untuk jangka lama. Apalagi jika Anda padukan dengan ringtone suara. Nada getar atau vibrate membutuhkan tenaga ekstra. Bandingkan jika Anda hanya menggunakan suara yang dihasilkan oleh speaker ponsel, dimana hasilnya akan jauh lebih menghemat baterai. Karena itu, lebih baik matikan feature vibrate, apalagi jika menyala secara bersamaan dengan nada dering suara.

Kurangi level terang (brightness) layar
Dari keseluruhan aktivitas pemakaian baterai, layar smartphone adalah komponen yang perlu pasokan tenaga terbesar. Penggunaan material layar seperti AMOLED sebenarnya sudah cukup mengurangi konsumsi baterai, tetapi di sisi lain, banyak aplikasi justru menjadi pemboros tenaga. Beberapa solusi sebenarnya sudah disiapkan oleh vendor. Dari sekadar mengatur tingkat kecerahan, memberi opsi Auto-brightness di mana layar akan mulai berkurang level terangnya ketika persentase baterai mulai menurun, hingga opsi men-switch layar dari berwarna ke hitam putih. Tetapi Anda bisa melakukan inisiatif dengan mulai menyesuaikan tingkat kecerahan layar dengan mata Anda. Jika tidak perlu sampai level keterangan yang tinggi, dan sebaiknya dikurangi.

Persingkat aktivitas layar
Lagi-lagi layar adalah komponen paling prioritas karena tingkat pemakaian energinya paling besar. Seringkali ketika tidak terpakai, layar menyala terus bahkan jauh lebih lama ketimbang saat Anda gunakan sebelumnya. Hal ini jelas pembiaran yang sangat tidak efisien. Banyak orang tidak memahami betapa boros energinya saat layar menyala tak terpakai. Karenanya, mulailah melakukan kebiasaan mengunci (lock) layar begitu sudah tidak digunakan. Seting durasi timeout layar sependek mungkin.

Matikan ponsel ketika tak terpakai
Saat melakukan penguncian layar (lock) memang bisa menambah daya tahan baterai. Tetapi cara yang paling signifikan adalah mematikan ponsel ketika benar-benar tidak sedang digunakan atau saat Anda sedang tidak ingin diganggu oleh ponsel maupun urusan lain. Misalnya saat tidur atau sedang rapat amat penting. Mematikan ponsel sama dengan mengistirahatkan performa baterai untuk sementara waktu. Hal ini berbeda dengan membiarkan baterai mati sendiri yang justru sangat mungkin malah membuat daya baterai berkurang. Jika seperti ini kondisinya, akan dapat membuat baterai tidak dalam kondisi normal.

Mengisi-ulang baterai secara benar
Baterai-baterai jenis Lithium Ion (Li-Ion) maupun Polymer (Li-Po) memiliki karakter masing-masing yang berbeda. Polymer banyak digunakan untuk produk seperti tablet, sementara Li-Ion paling banyak dipakai oleh smartphone. Li-Po bentuknya lebih fleksibel dan lebih ringan ketimbang Li-Ion. Namun demikian, Li-Po jika energinya sudah benar-benar habis (apalagi jika ponsel lama tak terpakai) maka akan sangat mudah kehilangan dayanya. Li-Ion lebih banyak digunakan karena secara produksi harganya lebih murah ketimbang Li-Po. Tetapi Li-Ion tak sefleksibel Li-Po. Cara mengisi baterai yang baik adalah ketika kapasitasnya tinggal 20-50 persen. Di atas 50 persen, baterai masih dalam kondisi optimal menyuplai energi.  Pastikan agar  jangan benar-benar sampai habis, atau overcharging. Kelebihan masa charging terutama pada baterai Li-Ion akan membuat  sel-sel baterai berubah bentuk.

Matikan aplikasi yang tidak digunakan
Berapa aplikasi yang sering Anda gunakan secara aktif dan digunakan secara bersamaan? Biasanya aplikasi media sosial dan chatting adalah aplikasi yang sering digunakan. Anda mungkin tidak sadar, bahwa ketika menambah satu aplikasi sesungguhnya ia mulai mengonsumsi baterai. Apalagi jika aplikasi-aplikasi dengan ukuran file besar seperti game. Hal ini akan diperparah jika ketika Anda selesai menggunakannya lalu tidak segera Anda non-aktifkan dan berpindah ke aplikasi lain. Aplikasi yang tidak dimatikan (termasuk quiet) sebenarnya terus bekerja. Ini karena ponsel memiliki kemampuan multitasking. Namun, karena itu pula baterai terus tersedot. Sesekali Anda perlu cek ke opsi pengaturan Apps. Jika masih ada yang berhari-hari (bahkan berminggu-minggu) tetap menyala sebaiknya lakukan Force Stop. Atau Anda bisa gunakan aplikasi tambahan seperti Advanced Task Killer.

Matikan mode GPS
Bagaimana mungkin GPS menyala, sedangkan Anda tidak pernah memakai peta seperti Google Maps? Ada beberapa aplikasi yang meminta aktivasi GPS, misalnya foto, pesan taksi atau ojek, cek-in Facebook, dll. Jika sesekali ketika Anda sedang menggunakan Go-jek atau GrabTaxi ini tidak akan menjadi masalah. Tetapi ketika saat Anda tidak membutuhkannya, segera lakukan non-aktif GPS. Sinyal dari sensor GPS akan melakukan kontak dengan satelit secara terus-menerus meski Go-jek pun tidak aktif. Pengiriman dan penerimaan sinyal ini perlu energi yang cukup tinggi, sama halnya dengan kinerja jaringan seluler ponsel. Setidaknya ponsel melakukan kontak dengan tiga satelit.

Matikan Bluetooth, Wi-Fi, 3G/4G saat tak digunakan
Salah satu tugas ponsel adalah melakukan kontak nirkabel tanpa henti baik jaringan seluler (ponsel ke BTS), Wi-Fi (ponsel ke modem), Bluetooth (ponsel ke peraangkat sejenis), atau bahkan NFC. Anda bisa bayangkan konsumsinya jika semua dalam kondisi aktif. Mereka bekerja melakukan koneksi, kendati sinyal buruk, atau bahkan saat tidak melakukan pairing. Wi-Fi akan mendeteksi hotspot-hotspot di sekelilingnya yang terjangkau. Dengan BTS, ponsel mencari jaringan terbaik, artinya jika Anda berpindah posisi mungkin BTS yang terhubung sudah berubah pula. Ini karena ponsel bekerja terus. Apalagi jika menggunakan frekuensi 3G atau 4G, ponsel seperti di-push untuk menambah kinerjanya. Begitu melakukan downlink atau uplink, baterai makin bekerja keras.

Minimalkan notifikasi
Semakin tinggi penggunaan mobile internet seperti email, WhatApp, game, maupun aplikasi lain yang membutuhkan update, semakin sering pula notifikasi masuk. Artinya, kebutuhan baterai juga makin tinggi. Apalagi jika Anda aktifkan ringtone berupa mode getar. Makin banyak notifikasi yang masuk sekaligus itu juga memperlihatkan betapa tingginya pemakaian komputasi di ponsel Anda. Jelas, baterai harus bekerja ekstra untuk hal ini.

Jaga suhu baterai

Coba amati, selama ini cukup seringkah ponsel Anda berkontak dengan sinar matahari secara langsung, misalnya seperti ketika Anda letakkan di jok mobil atau menancap di bracket untuk menjadi pemandu jalan. Kian sering terkena panas, artinya kian mengurangi kualitas baterai (termasuk beberapa komponen ponsel selain baterai). Baterai bekerja optimal justru saat berada di lingkungan yang lebih sejuk. Terlalu dingin juga tak baik buat baterai. Jika pun terpaksa, gunakan berbagai cara untuk melindungi ponsel agar tidak terjadi kontak langsung dengan sinar matahari seperti misalnya menutupinya dengan benda lain.
 

Bahaya! Lupa Ingatan Akibat Digital


Coba Anda sebutkan 10 nomor telepon dari rekan kerja ataupun keluarga Anda. Bisakah Anda melakukannya? Jika Anda tidak sanggup, berarti Anda termasuk dari salah satu orang yang terkena Digital Amnesia.

Kaspersky Lab telah menerbitkan sebuah laporan terbaru mengenai Digital Amnesia. Laporan ini menunjukkan hasil penelitian dari Kaspersky Lab yang menganalisis bagaimana perangkat digital dan Internet dapat mempengaruhi cara orang mengingat serta menggunakan informasi saat ini - dan cara apa, jika ada, yang mereka lakukan untuk melindunginya. Berikut laporan terbaru dari ahli Kaspersky Lab, Kate Kochetkova:
Kaspersky Lab telah melakukan penelitian global untuk menganalisis bagaimana perangkat digital dan Internet mempengaruhi cara orang mengingat dan menggunakan informasi saat ini - dan cara apa, jika ada, yang mereka lakukan untuk melindunginya. Seperti yang banyak peneliti katakan, ketika kita menyimpan informasi di eksternal (misalnya dalam telepon), dengan demikian kita mendorong pikiran kita sendiri untuk menghapusnya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa melupakan bukan hal yang buruk sama sekali: otak kita memiliki batas kapasitas dalam hal mampu untuk menulis ulang data yang tidak relevan dengan fakta-fakta dan kenangan yang lebih topikal.

Itu sebabnya selama penelitian ini lebih dari setengah dari orang dewasa di Eropa yang disurvei tidak bisa mengingat nomor telepon kantor atau bahkan anak-anak mereka tanpa melihat ke ponsel. Bahkan sekitar sepertiga responden tidak dapat mengingat nomor pasangan mereka.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 91% orang dewasa Amerika yang disurvei mengakui ketergantungan mereka pada Internet dan perangkat digital sebagai alat untuk mengingat dan perpanjangan dari otak mereka. Demikian pula, 79,5% orang dewasa Eropa yang disurvei, mengakui menggunakan internet sebagai buku referensi universal.
Semua informasi yang sebelumnya harus dihafal atau dicari di tempat lain sekarang dapat disimpan hanya dengan beberapa klik saja. Pada saat yang sama, 61% responden Eropa mengatakan mereka membutuhkan jawaban dengan cepat dan tidak punya cukup waktu untuk mencarinya di perpustakaan atau buku.

Smartphone adalah sahabat yang selalu ada bagi kebanyakan dari kita. Mereka telah menjadi ekstensi bagi otak manusia; dan seperti otak, mereka membutuhkan perlindungan. Mayoritas pengendara sepeda motor mengenakan helm, tetapi hanya beberapa pengguna yang melindungi ponsel mereka dengan keamanan IT yang memadai.

Penelitian dari Kaspersky Lab menemukan bahwa orang Amerika gagal dalam melindungi perangkat penting mereka ini walaupun tersedia berbagai macam solusi. Bahkan 28% dari responden yang disurvei di Amerika mencatat bahwa mereka tidak melindungi SATUPUN dari perangkat mereka sementara hanya satu dari tiga yang menginstal keamanan tambahan pada smartphone mereka (30,5%) dan hanya satu dari lima melakukannya pada tablet mereka (20,5%).
Hal ini menjadi menarik, karena 'penyakit' Digital Amnesia ini menurut para peneliti tadi adalah penyakit yang tidak bisa dielakkan akibat dari pertumbuhan teknologi. Namun, akan menjadi penyakit sungguhan jika Anda tidak melakukan perlindungan apapun terhadap data-data digital penting Anda setelah mengetahui adanya Digital Amnesia ini. Jadi sebelum itu terjadi, segeralah proteksi data-data Anda.


 

Inilah Trailer Perdana Film Biopik Steve Jobs



Film Steve Jobs yang diadopsi dari autobiografi Walter Isacsson baru-baru ini telah merilis trailernya yang pertama. Dalam trailer tersebut tertampil sosok seorang Steve Jobs sebagai pemimpin sebuah perusahaan sekaligus seorang visioner perfeksionis yang ingin segalanya berjalan dengan sempurna. Di trailer ini juga digambarkan Steve Jobs menganggap dirinya seorang konduktor orkestra yang tidak harus bisa memainkan alat musik untuk memimpin para pemain musik.
Film Steve Jobs dibintangi oleh Michael Fassbander sebagai Steve Jobs, Seth Rogen sebagai Steve Wozniak, dan Kate Winslet sebagai Joanna Hoffman, anggota tim pembuat Mac dan NeXT. Universal mengambil alih hak atas film Steve Jobs setelah Sony tidak lagi melanjutkan pembuatan film tersebut.
Film Steve Jobs direncanakan akan tayang di bioskop pada 9 Oktober 2015 atau empat tahun setelah kematian mantan CEO Apple pada 5 Oktober 2011 lalu.

Anda dapat melihat trailer film Steve Jobs dibawah ini:


 

10 Cara Tingkatkan Performa Wi-Fi di Rumah

Sumpah serapah  terlontar ketika Wi-Fi (termasuk router) di rumah mendadak lelet.Sama seperti waktu kena macet di tengah jalan. Lambat mengakomodasi kebutuhan download data. Padahal lagi mengunduh atau mengunggah file penting.

Anda pasti pernah merasakan ketidakstabilan jaringan nirkabel di rumah. Kadang bagus, kadang jeblok. Ujung-ujungnya komplain ke penyedia jaringan, entah fiber optik atau seluler.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja Wi-Fi di rumah, dari hanya menempatkan router Wi-Fi  agar lebih tinggi hingga mengubah jenis enkripsi nirkabel router yang digunakan. Seringkali kita tidak tahu jenis atau seri bahkan merk router atau Wi-Fi yang kita gunakan. Apalagi yang merupakan satu paket  berlangganan pada penyedia jaringan. Hal ini akan membuat Anda kesulitan jika akan melakukan up date yang telah dirilis oleh perusahaan pembuat perangkat.

Lalu apa saja hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa Wi-Fi? Eric McLaughlin, pakar nirkabel Intel berbagi tips kepada Anda.
 

1. Lokasi Router Salah

Jika router diletakkan di lantai atau di bawah meja, Anda musti segera pindahkan ke tempat  yang lebih tinggi. Untuk kinerja yang lebih baik, setidaknya berada 1,5 meter  dari lantai. Jika memungkinkan atur kabel agar tetap lurus.  Pola gelombang  Wi-Fi adalah melingkar ke luar. Artinya, lokasi menentukan kualitas . Maka, jika Anda ingin Wi-Fi bisa dinikmati oleh lebih banyak orang di berbagai ruangan, posisi yang tepat adalah di tengah.  Jika router dipasang pada langit-langit, Eric McLaughlin menyarankan memastikan bahwa antena menunjuk ke bawah dan ke arah  yang berbeda satu sama lain.


2. Terlalu Banyak Perangkat Nirkabel
 
Perangkat nirkabel  (tablet atau smartphone)  menuntut bandwidth yang lebih dari router Wi-Fi, artinya semakin rendah kecepatan transmisinya. Maka semakin banyak perangkat yang terhubung (walaupun kadang diklaim dapat digunakan sampai lima perangkat) mengakibatkan bandwith yang disediakan oleh Internet Service Provider  mencapai puncak. Hal ini  membuat kecepatan yang dibutuhkan tidak memadai. McLaughlin menyarankan mengganti router  802.11b/g/n ke  router 802.11ac yang baru. Ini akan membantu meningkatkan bandwidth dan kapasitas pada jaringan Anda.


3. Periksa Perabotan Rumah

Setiap ada perabotan rumah (terutama yang berukuran besar) dipindahkan, ada efek yang mempengaruhi gelombang Wi-Fi yang berasal dari router Wi-Fi. Jika terjadi penurunan kekuatan sinyal maka posisi router harus diubah atau furniturnya yang dipindah lagi. "Anda juga dapat kembali mengarahkan laptop atau ke perangkat lain," kata McLaughlin. "Studi menunjukkan bahwa perubahan tata letak walaupun kecil seperti melakukan  pergeseran beberapa meter ke kiri atau kanan, atas atau bawah, bisa berdampak buruk atau sebaliknya sebanyak 30 sampai 60 persen," lanjutnya.


4. Halangan Fisik

Dinding, pintu, cermin dan barang-barang fisik lainnya juga dapat memantulkan sinyal nirkabel yang berasal dari router. Kadang-kadang bahkan barang yang tidak kita duga pun bisa mengurangi kualitas gelombang Wi-Fi. Bukan tidak mungkin cermin, lukisan, atau tempat buku berpotensi  menghalangi sinyal. "Lantai atau langit-langit juga mempengaruhi Wi-Fi," kata McLaughlin, "jika Anda tidak mendapatkan jangkauan yang baik pada jaringan Anda, coba pindah router baik atas atau bawah dan coba lagi sampai menemukan posisi yang paling pas."


5. Bersaing dengan Perangkat Lain

Berapa banyak perangkat wireless yang Anda miliki di rumah. Misalnya saja  telepon rumah yang cordless, oven microwave, televisi, perangkat Bluetooth, baby monitor, dll, punya potensi  mempengaruhi sinyal Wi-Fi. Idealnya, router harus terletak jauh dari perangkat-perangkat tersebut.  "Menjauhkan  dari microwave, atau telepon cordless  dari router  Wi-Fi adalah hal bisa meningkatkan performanya, " tambah McLaughlin.


6. Dead Zone

Bisa jadi ada area rumah yang tidak terjangkau oleh cakupan Wi-Fi atau biasa disebut dead zone.  Hal ini bisa disebabkan oleh penempatan furnitur atau di mana router Wi-Fi diposisikan. Ada cara untuk menghilangkan daerah cakupan yang buruk dengan menggunakan tambahan Wi-Fi  router atau extender Wi-Fi . Menambah antena  di router Anda akan membantu menjangkau ke dead zone.  McLaughlin merekomendasikan membeli router lebih dari satu jika koneksi Wi-Fi sangat penting di rumah Anda. Dan setiap kawasan terjangkau jaringan Wi-Fi.


7. Frekuensi Berapa?

Ada dua frekuensi utama untuk sinyal Wi-Fi, yaitu 2,4 GHz dan 5 GHz. Standar yang lama, 2,4 GHz jauh lebih ramai, yang berarti ada perangkat lain yang mungkin tumpang tindih atau berbagi frekuensi. Hal ini berpotensi dapat memperlambat kecepatan konektivitas. "Hal  yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan  Wi-Fi adalah memindahkan koneksi Anda ke 5 GHz," kata McLaughlin. Beberapa router dilengkapi dengan opsi dua frekuensi . Ada yang otomatis melakukan switching jika salah satu penuh, atau ada pula yang dipindahkan secara manual.

8. Perangkat Sudah Tua

Jika router Wi-Fi sering harus reboot atau restart, mungkin sudah saatnya untuk beli  Wi-Fi router baru yang mendukung standar baru seperti 802.11ac. Beberapa router Wi-Fi memiliki lebih dari dua antena di mana lebih memungkinkan meningkatkan kapasitas dan menggabungkan kecepatan lebih tinggi yang berpotensi hingga menembus 6,77 Gbit / detik.

9. Jaringan Rumah

Kecepatan bisa tersendat jika koneksi antara modem ISP (kabel, DSL atau fiber) dipaksakan. Pastikan bahwa modem dan router memiliki kecepatan tinggi sesuai dengan tarif yang Anda bayarkan. Selalu cek kecepatan jaringan dengan aplikasi Speed Test, dll. Juga, pastikan modem mendukung protokol terbaru, seperti DOCSIS 3.0 untuk modem kabel.


10. Update Firmware dan Driver

Produsen Wi-Fi dan router sering mengoptimalkan dan memperbarui perangkat lunak pada Wi-Fi dan router. Maka selalu ikuti up date feature dan perbaikan yang dirilis agar Wi-Fi Anda tak ketinggalan zaman dan tentu saja berpotensi lebih cepat.
 

Adopsi iOS 8.4 Mencapai 40% Setelah Delapan Hari Dirilis


Sistem operasi terbaru dari Apple, iOS 8.4, telah dirilis 8 hari yang lalu (30 Juni). Meskipun update tersebut hanya untuk memperbaiki bug, maintenance, dan memperkenalkan layanan streaming Apple Music, namun update tersebut disambut dengan cukup antusias oleh para pengguna perangkat Apple iDevice.

Seperti yang sudah-sudah, sistem operasi terbaru dari Apple langsung diunduh dan diaplikasikan oleh banyak pengguna, tak terkecuali iOS 8.4. Data terbaru menunjukkan bahwa delapan hari sejak dirilis, iOS 8.4 telah diunduh oleh lebih dari 40% pengguna perangkat Apple yang aktif. Sekedar penyegar ingatan saja, seluruh iPhone mulai dari iPhone 4s dapat mengunduh update terbaru dari Apple ini.



Angka tersebut didapatkan dari data MixPanel terkait adopsi Apple Music. Karena, layanan streaming musik tersebut baru diperkenalkan di iOS 8.4, maka data dari MixPanel bisa menjadi acuan adopsi iOS 8.4 di pasaran.

Apa arti angka tersebut untuk layanan streaming musik lainnya seperti Spotify, Rdio, Deezer, Pandora, dan Google Play Music? Secara umum angka tersebut menandakan bahwa Apple Music berkembang sangat pesat, dan kemungkinan banyak pelanggan mereka yang akan beralih ke Apple Music.
 

Categories

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seluler Pilihan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger